AHA : Minuman Anak di Bawah 2 Tahun Tidak Boleh Mengandung Gula, Apa Bahayanya?

AHA (American Heart Association) merilis pernyataan ilmiah yang mengatakan bahwa minuman anak di bawah 2 tahun tidak boleh mengandung gula. Menurut AHA, gula yang dikonsumsi anak pada usia di bawah 2 tahun berpotensi memberikan pengaruh buruk pada sistem cernanya.

Selain itu, banyak dampak buruk lain jika anak di bawah usia 2 tahun terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman mengandung gula karena sistem pencernaan yang masih belum terkontrol dan berfungsi maksimal. Lantas, apa saja bahaya gula bagi anak – anak? Berikut ulasannya!

Bahaya Minuman Anak Mengandung Gula

Obesitas pada anak

Minuman yang banyak mengandung gula dapat menjadi salah satu penyebab anak mengalami obesitas. Menurut penelitian, kini angka kelebihan berat badan pada anak dan remaja karena gula berlebih meningkat tajam di berbagai negara di dunia.

Minuman Anak di Bawah 2 Tahun

Oleh sebab itu orang tua perlu mengontrol makanan yang dikonsumsi anak. Pastikan anak tidak mengalami obesitas berlebih karena obesitas juga dapat beresiko menyebabkan anak mengalami beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan kesehatan pada tulang, penyakit kulit dan juga penyakit jantung.

Untuk mencegah dan menghindari anak mengalami obesitas, orang tua perlu melakukan pemeriksaan body mass index atau yang disebut sebagai dengan pemeriksaan BMI. Selain dapat melakukan pemeriksaan, BMI bisa dihitung sendiri dengan mengurangi tinggi badan dengan berat badan anak.

Mengakibatkan gangguan kesehatan jantung

Makanan atau minuman yang mengandung gula jika terlalu sering dikonsumsi dapat menyebabkan masalah kesehatan jantung pada si kecil. Hal ini karena makanan atau minuman mengandung gula dapat memicu radang, meningkatkan lemak darah, tekanan darah dan gula darah.

Berdasarkan penelitian diketahui fakta bahwa terlalu sering mengonsumsi minuman manis dapat menjadi penyebab pembuluh darah tersumbat. Oleh sebab itu anak – anak perlu membatasi mengonsumsi minuman manis utamanya minuman dalam bentuk kemasan yang mengandung gula tinggi.

Dapat merusak kesehatan gigi

Tooth decay atau kerusakan gigi terjadi ketika zat asam di dalam mulut mengenai enamel gigi atau lapisan terluar gigi dan mengenai dentin atau jaringan gigi yang menimbulkan gigi berlubang tak terhindari.
Ketika zat asam yang diproduksi terkena gula, infeksi akan dialami. Jika tidak dirawat dengan baik, maka lubang gigi yang dibiarkan dapat menyebabkan abses atau bernanah dan memungkinkan gigi harus dicabut sesegera mungkin untuk mengatasinya.

Mengakibatkan kecanduan gula

Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi sesuatu yang manis dapat menyebabkan ketagihan. Gula menjadi suatu bahan bakar bagi setiap sel yang ada di otak dan jika sudah menjadi suatu kebiasaan maka otak akan merespons gula menjadi suatu reward. Akibatnya kecanduan pun akan terjadi.

Minuman Anak di Bawah 2 Tahun Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih dan Berapa Banyak

Anak menjadi tidak suka mengonsumsi makanan sehat

Ketika anak terlalu banyak mengonsumsi gula maka hal tersebut dapat menjadikan anak enggan mengonsumsi makanan sehat. Penyebabnya, terlalu banyak mengonsumsi gula menjadikan anak cepat merasa kenyang dan tidak menyisakan ruang untuk makanan yang lain.

Ketika hal ini terjadi, kalori anak akan bertambah banyak sementara nutrisinya tidak terpenuhi. Akibatnya anak akan cenderung lemas karena kebanyakan kalori namun kekurangan nutrisi. Jika hal ini dibiarkan tentu anak berpotensi menjadi tidak suka makan makanan sehat dan beresiko mengalami malnutrisi.

Itulah beberapa bahaya mengonsumsi gula bagi anak – anak. Oleh karena itu, sesuai saran AHA minuman anak di bawah 2 tahun dan makanan yang dikonsumsi tidak boleh terlalu banyak mengandung gula agar kesehatan anak terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *