Apigee, Fitur Dibalik Lancarnya Layanan BRIAPI

Transaksi secara digital sekarang ini sedang digencar-gencarkan. Pasalnya, transaksi ini terbukti lebih praktis, aman, cepat, dan efisien. BRI sebagai salah satu bank yang memiliki banyak nasabah di Indonesia juga sedang gencar mengembangkan transaksi secara digital.

Salah satunya adalah dengan menggunakan Application Programming Interface atau API. Layanan ini juga dikenal sebagai BRIAPI yaitu sebuah layanan yang menggandeng pihak ketiga sebagai mitra agar pengalaman transaksi nasabah menjadi lebih cepat dan efisien. Menurut BRI Teknologi Blog, mereka menggandeng Apigee adalah salah satu platform yang dipilih BRI untuk mengembangkan dan mengelola layanan tersebut. Agar proses digitalisasi transaksi perbankan BRI menjadi lebih optiman, maka dimanfaatkanlah berbagai platform untuk mengembangkannya, salah satu platform tersebut bernama Apigee.

Apigee menawarkan bermacam-macam fitur yang bisa memudahakan developper, dalan hal ini BRI, untuk mengelola full lifecycle API yang dimulai dari tahap design sampai pada tahap analyze. Sebenarnya, BRI juga telah memanfaatkan Apigee sejak awal diluncurkannya BRIAPI. Beberapa keunggulan Apigee yaitu sebagai berikut.

Apigee BRI Teknologi Blog

1.Apigee merupakan produk yang dirilis oleh Google sehingga kredibilitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi.
2.Komunitas dan Tim Support dalam Apigee termasuk aktif.
3.Apigee bisa dipakai secara on premises
4.Apigee telah dipercaya sebanyak lima kali berturut-turut untuk menjadi leader kategori full lifecycle API Management pada Magic Quadrant.
5.Apigee memiliki fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan BRI. Fitur-fitur tersebut juga mudah digunakan.

Proses digitalisasi tentunya bukanlah hal yang mudah, apalagi digitalisasi transaksi. Dibutuhkan komitmen dan kerja keras agar transaksi digital bisa berlangsung. Apigee ikut memberi kontribusi pada proses digitalisasi transaksi BRI melewati fitur-fitur yang ditawarkan. Berikut adalah lima fungsi Apigee yang digunakan untuk mengembangkan digitalisasi transaksi BRI.

1.Design

Yang pertama adalah design. Di tahap ini, Apigee meninjau apakah produk yang dimiliki BRI telah sesuai dengan standar produk yang ditetapkan. Contohnya, jika pada sistem internal yang lama masih terdapat prodyk berbasis XML, Apigee bisa mengubahnya menjadi REST API dengan mudah.

2.Development

Tahap selanjutnya adalah development. Pada tahap ini, ada berbagai macam fitur yang ditawarkan Apigee. Contohnya, Apigee mendukung beberapa bahasa program seperti Python, Java, dan JavaScript. Selain itu, Apigee juga dilengkapi dengan berbagai macam fitur keamanan yang penggunaannya termasuk praktis, sehingga fitur-fitur tersebut hanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan BRI.

Apigee BRI Teknologi Blog BRIVA blog

3.Publish

Setelah itu, API yang telah dikembangkan siap dipublikasikan ke publik. Pada tahap ini, Apigee menyediaka fasilitas bernama CMS atau Content Management System. CMS membantu web developper BRI karena tampilannya bisa disesuaikan mengikuti branding dan juga proses bisnis BRI. CMS juga bisa mempublikasikan API hanya dengan sekali klik saja. Setelah API dipublikasikan, mitra bisa langsung registrasi d website portal BRI.

4.Analyze

Tahap yang terakhir bernama analyze dimana fitur ini memantau traffic, tingkat error, dan tingkat sukses sebuah API. Fitur-fitur tersebut juga bisa membantu agar lebih responsif jika terjadi kendala dengan API.

Dilansir dari BRI teknologi blog, Apigee adalah jantung BRI untuk mengelola sejak awal dirilis hingga sekarang. Banyaknya fitur yang tersedia membuat proses mengelola API yang sebenarnya rumit terlihat lebih sederhana. Selain itu, penggunaan Apigee juga terbukti memangkas waktu on boarding mitra dari enam bulan menjadi satu jam saja dengan Apigee developper portal. Hal tersebut tentu saja mempercepat peningkatan keuangan di Indonesia karena adanya perluasan kerjasama dengan banyak mitra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *