Ayo Kenali Istilah Bullish Dan Bearish Sebelum Terjun Trading

Aktivitas trading memiliki arti perdagangan jika diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia, tetapi untuk penggunaan sehari-hari sendiri istilah trading ini lebih ditujukan pada perdagangan saham, valuta asing dan beberapa instrumen investasi lainnya. Pelaku aktivitas trading sendiri sekarang ini sudah mulai banyak bermunculan disertai juga komunitas-komunitas dan forum-forum trading. Hal tersebut jelas merupakan hal yang cukup positif, tetapi sayangnya masih cukup banyak pelaku trading yang belum paham akan pengertian bullish dan bearish. By the way, untuk mengetahui cara mendapatkan passive income bisa klik link yang saya sematkan itu ya.

Padahal istilah bullish maupun bearish merupakan istilah dasar, pokok dan utama. Bisa dikatakan juga apabila tidak memahami pengertian alias definisi dari kedua istilah tersebut maka aktivitas trading yang dilakukan hanya didasarkan pada tebakan semata. Padahal aktivitas trading bukan merupakan aktivitas perjudian yang mengandalkan tebakan penguji keberuntungan semata, melainkan dibutuhkan analisis yang akurat, strategi yang jitu dan tentu saja manajemen yang baik. Manajemen yang dimaksud bisa berupa manajemen emosi, manajemen modal yang dimiliki dalam trading, manajemen waktu guna menentukan timing yang tepat dan beberapa hal lainnya.

cara mendapatkan passive income

Secara sederhana, istilah bullish dapat dipahami sebagai kondisi pasar yang sedang menunjukkan tren kenaikan. Misalnya dari harga 10 ribu naik menjadi harga 50 ribu maka itulah yang dinamakan kondisi bullish. sedangkan sebaliknya, istilah bearish merujuk pada kondisi pasar yang sedang menunjukkan tren menurun. Misalnya dari harga 50 ribu tadi turun kembali ke 10 ribu.

Apabila sudah memahami kedua istilah tersebut, barulah bisa menentukan posisi yang harus diambil. Hal ini terutama pada trading valuta asing alias valas yang bisa memanfaatkan kondisi bullish maupun kondisi bearish untuk meraih profit. Misalnya tren harga sedang menunjukkan kondisi bullish, maka cukup logis rasanya jika membuka posisi beli alias buy lalu menutup posisi tersebut ketika harga pasar benar-benar berada di atas harga ketika open posisi tadi. Contohnya ketika open posisi beli di harga 10.000 karena tren sedang menunjukkan kondisi bullish, maka untuk mendapatkan profit minimal melakukan tutup posisi di harga 10.001. Semakin besar angka kenaikannya tentu akan semakin besar juga profit yang didapatkan nantinya.

Hal yang sama juga berlaku ketika tren harga sedang menunjukkan kondisi bearish, maka cukup logis rasanya jika membuka posisi jual alias sell lalu menutup posisi tersebut ketika harga pasar benar-benar berada di bawah harga ketika open posisi tadi. Contohnya ketika open posisi jual di harga 10.000 karena tren sedang menunjukkan kondisi bearish, maka untuk mendapatkan profit minimal melakukan tutup posisi di harga 9.999. Dalam kondisi bearish, semakin besar angka penurunan maka akan semakin besar juga profit yang didapatkan nantinya.

cara mendapatkan passive income

Penerapannya di lapangan alias pasar nantinya memang tidak sesederhana itu, tetapi setidaknya demikianlah konsep dasarnya. Karena lagi-lagi harus diingatkan bahwa memahami konsep dasar dari bullish dan bearish merupakan hal mutlak yang harus benar-benar dipahami, bukan hanya sekadar dihafal semata. Karena setelah memahami istilah dasar tersebut, barulah bisa beranjak pada hal-hal lain yang tak kalah krusial juga untuk dipahami.

Demikian sedikit penjelasan mengenai pengertian bullish dan bearish yang coba disampaikan dengan sesederhana mungkin. Sedikit saran, aktivitas trading merupakan aktivitas yang perlu banyak latihan terlebih dahulu untuk memahaminya, bahkan termasuk dalam memahami konsep bullish dan bearish. Itulah sebabnya cukup disarankan untuk sering-sering berlatih menggunakan akun demo terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun sungguhan di dalam dunia trading.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *