Mau Tau Cara Kerja Telemarketing ?

Ketika menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal, memang sangat menjengkelkan. Tidak terkecuali ketika telemarketing perusahaan yang sering dicap mengganggu, sebab mereka menelepon ketika jam sibuk namun ditawarkan denganberbagai produk atau jasa mereka, bahkan cenderung memaksa. Sejujurnya, tugas utama dari seorang telemarketing memang seperti itu. Yuk intip cara kerja telemarketing tersebut.

Mengetahui Cara Kerja Seorang Telemarketing

1.Melakukan Perencaan Terlebih Dahulu

Perencanaan sebelum melakukan promosi, dilakukan secara tim pada saat rapat koordinasi. Pada rapat tersebut, perusahaan akan membagikan tugas yang nantinya akan diprospek menjadi beberapa jenis usaha untuk mendapatkan data perusahaan. Sasaran yang ditentukan, akan dikelompokkan berdasarkan besar kecilnya perusahaan. Daftar perusahaan yang sering menjadi prospek utama adalah perusahaan besar bertaraf nasional.

Sedangkan untuk perusahaan yang berasal dari luar negeri, tentu harus mengikuti birokrasi yang ada pada cabang utamanya. Sehingga, cabang tidak mempunyai wewenang untuk menentukan segala kebijakan apapun bentuknya. Ketika rapat berlangsung, perusahan akan membahas perusahaan yang kan di approach setiap harinya, sekaligus menetapkan terget pencapaian untuk setiap harinya.

Cara Kerja Telemarketing

2. Melakukan Aksi Selanjutnya

Cara kerja telemarketing selanjutnya adalah berusaha menelepon calon konsumen yang telah masuk daftar perusahaan sasaran. Nantinya, telemarketer akan meminta data PIC ataupun data dari orang yang akan bertanggung jawab pada bidang periklanan, dimana setiap periusahana memiliki divisi yang berbeda. Setelah telemarketer mendapatkan PIC yang diinginkan, telemarketer akan memberikan informasi kepada calon konsumen untuk membuat janji.

Setelah telemarketer berhasil untuk membuat janji,maka data calon pelanggan ini perlu dicatat pada log book. Dimana segala data yang telah dicatat, akan direport dan diberikan kepada telesales. Ketika menghubungi calon pelanggan, ada baiknya untuk memberikan informasi produk atau jasa tanpa dengan cara memaksa. Hal ini untuk menciptakan adanya kenyamanan saat brebicara dengan anda di telephon.

3. Lakukan Filtering

Telemarterer yang telah menghubungi bebrapa perusahaan yang masuk dalam daftar target, akan diberikan wewenang untuk menggunakan penilaian tertentu ataupun menyaring perusahaan yang didasarkan dari pendekatan awal yang telah dilakukan. pendekatan yang dimaksudkan adalah, ketika sang telemartekter menghubungi perusahaan menggunakan telephon untuk menawarkan produk dan jasa perusahaan.

Biasanya, cara kerja telemarketing ini dilakukan dengan mencocokkan jadwal pertemuan bagi account executive. Namun telemarketer juga bisa menyaringnya apabila melihat dari pendekatan yang dilakukan pada tahap awal, dimana perusahaan sasran masuk dalam status cold. Status cold ini,menandakan bahwa perusahaan sasaran tidak ada kecocokan, seperti tidak cocok dengan harga yang ditawarkan hingga titik kawasan produk yang ditempatkan.

telemarketing

4. Memberikan Status Kepada Setiap Calon Konsumen

Tahapan ini akan dilakukan sebelum pihak teklemarketer melakukan report. Pad tahap ini pula, telemarketer akan memberikan status ketertarikan kepada perusahaan sasaran, apakah mereka masuk dalam status cold, warm, ataupun hot. Pada tahapan ini juga, telemarketer akan melakukan singkronisasi terhadap jadwal pertemuan yang dilakukan oleh accounting executive nantinya.

Ketika menentukan jadwal ini, ada baiknya untuk memprioritaskan perusahaan sasaran yang memberikan respon positif, atau dalam status ketertarikan warm maupun hot. Sebab, ketertarikan tinggi pada awal pendekatan, menjadi nilai plus dan mudah untuk mengadakan kerjasama. Sedangkan untuk perusahaan sasaran yang masuk dalam status kategori cold, nantinya akan menjadi pilihan cadangan.

5. Lakukan reporting

Tahapan ini biasanya dilakukan pada sesi akhir jam kantor, atau bisa juga dilakukan saat evaluasi berlangsung. cara kerja telemarketing ini dilakukan oleh seluruh anggota tim marketing dan komunikasi. Untuk tim telemarketing, akan melakukan report bagi perkembangan kegiatanperusahaan, serta melaporkan perusahaan sasaran besera status yang dimilikinya. Semua evaluasi ini nantinya akan didiskusikan bersama dengan anggota tim.

Pekerjaan menjadi telemarketing ternyata tidak mudah seperti yang dibayangkan, sebaba jadi telemarketing harus siap untuk mendapatkan penolakan apabila perusahaan sasaran tidak tertarik dengan produk atau jasa yang diberikan perusahaan. namun anda bisa menjadi telemarketer yang cerdas sekaligus strategis, dengan cara melakukan riset terlebih dahulu sebelum membidik sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *