Ramai Diperbincangkan, Berikut Ragam Konspirasi Virus Corona Yang Tidak Masuk Akal

Virus Corona telah membuat gempar seluruh bagian dunia sejak awal kemunculannya pada akhir tahun 2019 di Wuhan. Banyaknya berita yang beredar membuat kekhawatiran tersendiri bagi semua kalangan masyarakat, apalagi saat virus ini mulai masuk ke Indonesia. Ditambah dengan hadirnya beragam teori mengenai munculnya Covid, tak ayal semakin memperburuk suasana. Berikut konspirasi virus corona yang tidak masuk akal.

Ragam Teori Munculnya Virus Corona Yang Tidak Masuk Akal

1. Wabah Virus Terjadi Tiap 100 Tahun

Di awal kemunculannya, virus corona telah menjadi bahan perbincangan yang mungkin bagi sebagian orang sangat menarik. Apalagi mengenai ragam teori yang mengikuti hadirnya virus berbahaya tersebut. Adapun teori yang muncul mengatakan bahwa wabah mematikan akan menyerang dunia setiap 100 tahun sekali. Hal ini dijabarkan dengan tahun terjadinya wabah yang hadir pada tahun dengan angka belakang 20.

Konspirasi Virus Corona

Dimana, tahun 1720 terjadi serangan pandemi pes yang membunuh sekitar 50 juta orang di dunia. Kemudian di tahun 1820 merupakan saat pertama kali ditemukannya wabah kolera. Lalu, dilanjut dengan serangan penyakit flu spanyol yang terjadi pada tahun 1920. Selang 100 tahun kemudian, terjadi pandemi Covid-19 yang menyerang dunia saat ini.

Berdasarkan penjabaran tersebut tak sedikit orang yang percaya bahwa wabah penyakit menyerang tiap seratus tahun. Kendati begitu, sebenarnya masih belum ada bukti mengenai kebenaran pola tersebut. Hal tersebut diperkuat oleh ahli yang mengatakan bahwa virus memang bersifat musiman, akan tetapi wabah pastinya tidak mengikuti pola tersebut.

2. Kartun The Simpsons Memprediksi Pandemi Covid-19

Teori lain yang bisa dikatakan tidak masuk akal datang dari kartun The Simpsons. Film animasi tersebut memang cukup terkenal dengan berbagai prediksi mengenai masa depan. Seperti meninggalnya Kobe Bryant hingga terpilihnya Donald Trump. Kemudian, semakin menghebohkan lagi ketika kartun tersebut juga mengklaim terjadinya wabah virus Corona saat ini.

Pada episode The Simpsons yang beredar menunjukkan adanya tulisan Corona Virus pada layar kaca televisi kartun. Namun, ternyata informasi tentang kartun tersebut dikategorikan sebagai hoax, karena pada aslinya yang tertulis di layar televisi keluarga Simpsons adalah Osaka Flu. Berdasarkan hal tersebut tak heran jika dikatakan bahwa konspirasi ini tidak masuk akal.

3. Covid-19 Disebarkan Oleh Radiasi 5G

Corona juga memunculkan teori yang menyatakan bahwa hadirnya pandemi saat ini bukan karena virus, melainkan akibat dari radiasi 5G. Hal tersebut didasarkan karena pada November 2019 Tiongkok membangun sarana teknologi baru tersebut. Berdasarkan teori ini, mengatan jika gelomang yang dihasilkan oleh jaringan 5G mampu merusak otak dan pembuluh darah, sehingga menyebabkan banyak orang Tiongkok yang pingsan secara tiba-tiba.

Konspirasi Virus Covid

Sejak awal kemunculannya, jaringan 5G memang menimbulkan banyak kontroversi. Namun, teori yang mengatakan bahwa jaringan tersebut mampu menyebabkan penyakit virus Covid dikatakan sangat tidak masuk akal. Terlebih lagi, tidak bukti pula yang memperkuat bahwa layanan jaringan tersebut dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan, apalagi membawa penyakit.

4. Virus Corona Berasal Dari Luar Angkasa

Pendapat yang mengatakan bahwa virus corona berasal dari luar angkasa ini, pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli astronomi dan astrobiologi yang bernama Chandra Wickramasinghe. Dimana, dalam pendapatnya menyatakan bahwa komet dan batuan luar angkasa yang jatuh di Tiongkok Utara pada Oktober 2019 bisa jadi membawa virus corona. Namun, teori tersebut tidak bisa dibuktikan karena tidak ada meteorit yang sampai ke tanah.

Ragam pendapat yang muncul tak jarang bisa membuat siapa saja lebih panik, khawatir serta takut. Namun, ternyata tidak semua teori yang beredar tersebut semuanya bisa dibuktikan dengan pasti. Bahkan nyatanya banyak pula pendapat yang bisa dikatakan tidak masuk akal dalam menjawab persoalan. Oleh karena itu, bagi pembaca sudah seharusnya memilah informasi yang diterima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *