Sinyal Bearish Adalah Awal Bullish Jika Tahu Cara Membacanya

Bagai para pembaca sekalian yang telah lama berkecimpung dalam dunia trading forex maupun instrumen trading lainnya tentu tidak akan asing dengan istilah bearish dan bullish. Kedua istilah tadi seolah sudah tidak dapat dipisahkan dalam melakukan kegiatan perdagangan digital tersebut. Sehingga bagi para pemula yang hendak mencoba tantangan dalam dunia trading, terutama trading forex, seharusnya memahami konsep bearish dan bullish terlebih dahulu.

Secara sederhana dapat dipahami bahwa bearish adalah sinyal atau tanda yang menunjukkan tren pergerakan harga sedang menurun. Sedangkan sebaliknya, bullish adalah sinyal atau tanda yang menunjukkan pergerakan harga sedang naik. Konsep bearish dan bullish ini sebetulnya bukan hanya diaplikasikan di dunia trading atau perdagangan forex saja, tetapi pada instrumen trading dan investasi apapun. Pasalnya semua benda yang diperjualbelikan pastilah ada kalanya memiliki harga naik dari harga sebelumnya dan ada pula kalanya memiliki harga menurun dari harga sebelumnya.

bearish adalah Bullsih Bearish

Meski konsep bearish dan bullish ini dipakai pada segala jenis dan produk investasi, termasuk saham, tetapi cara memanfaatkannya agak berbeda jika pada trading. Karena kalau saham, untuk dapat menarik keuntungan atas saham yang dimiliki maka si pemegang saham harus menjualnya ketika harga saham di atas harga belinya. Dengan kata lain, sinyal bullish memiliki peran yang jauh lebih dominan untuk dapat memperoleh keuntungan.

Berbeda halnya dengan trading seperti forex, dimana mereka yang hendak mendapatkan keuntungan bisa memanfaatkan sinyal bearish maupun sinyal bullish. Hal ini karena pada mekanisme trading, apabila tren harga sedang menunjukkan penurunan yang ditunjukkan melalui sinyal bearish dan diyakini akan terus turun, maka pemilik modal tinggal membuka atau memasang posisi jual. Profit alias keuntungan dari transaksi barusan akan benar-benar didapatkan ketika pemilik modal menutup transaksi jual yang sedang terbuka tadi pada harga yang lebih rendah dari harga dimana ia membuka posisi jual.

Pun sebaliknya demikian ketika tren harga sedang menunjukkan kenaikan yang ditunjukkan secara jelas oleh sinyal bullish, maka pemilik modal bisa membuka posisi beli apabila benar-benar yakin harga akan terus naik hingga ia menutup transaksi beli yang sedang terbuka tadi pada harga di atas harga saat buka posisi.

bearish adalah pasar saham bearish

Jika dibayangkan, memanfaatkan sinyal bearish dan sinyal bullish tersebut tampak amat sangat mudah. Tetapi pada penerapannya tentu tidak semudah itu, akibat dari pergerakan pasar yang amat sangat sulit diprediksi. Tidak jarang ketika sinyal bullish muncul menandakan tren positif sehingga para pemilik modal ramai-ramai membuka posisi beli, tiba-tiba tren tiba-tiba berbalik arah menampakkan sinyal bearish.

Karena hal itulah akhirnya berkembang teknik analisis teknikal untuk membaca sinyal-sinyal indikator perdagangan digital tersebut. Salah satu yang cukup populer adalah ketika terdapat tiga buah candle harga dengan tren bearish sedang terjadi, maka menurut analisis teknikal candle ke empat merupakan awal dari tren naik yang membentuk sinyal bullish. Itulah mengapa banyak trader berpengalaman yang menganggap sinyal bearish adalah awal bullish apabila memenuhi kriteria seperti tadi.

Tentunya masih banyak rumus-rumus yang dapat dimanfaatkan dalam mencoba metode analisis teknikal untuk menjadi trader andal. Tetapi tetap perlu diingat bahwa analisis teknikal perlu dibarengi dengan analisis fundamental, karena pada dasarnya analisis teknikal hanya membaca kebiasaan-kebiasaan yang telah lalu dari suatu candle harga. Padahal seperti telah diketahui bersama, trek record masa lalu tidak dapat menjamin apa yang akan terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *