Sudah Tau Cara Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor ? Yuk Simak Ulasannya

Setiap kendaraan yang dibeli, tentu saja dikenakan sebuah pajak dengan besaran nominal tertentu. Pembayaran pajak, wajib dilakukan dalam kurun waktu satu tahun sekali. Hal ini perlu dilakukan, agar pengesahan STNK tetap berlaku. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang teledor hingga masa pembayaran pun terlewatkan. Jika begini, konsekuensinya adalah denda telat bayar pajak motor. Bagaimana cara mengitung denda tersebut ? Berikut ulasannya.

Tutorial Menghitung Denda Pajak Kendaraaan

1. Kerugian Dan Besaran Denda Dari Membayar Pajak Terlambat

Selain keterlambatan membayar pajak, masih banyak bagian masyarakat yang tidak mengetahui cara menghitung denda yang harus mereka tebus. Jika waktu pembayaran semakin tertunda, maka denda akan semakin menumpuk dan menambah pengeluaran biaya nantinya. Untuk jumlah nominal yang harus dikeluarkan, setiap kendaraan akan berbeda. Besaran jumlah denda, akan disesuaikan dengan jenis motor dan merknya.

Tidak perlu menunggu terkena denda terlebih dahulu, baru anda membayarkan pajak wajibnya. Dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran diri, anda perlu membayar pajak tersebut tepat waktu. Sebab, menunda membayarkan pajak dapat merugikan berbagai pihak, tidak terkecuali si pemilik motor itu sendiri. Secara umum, keterlambatan pembayaran telah diatur oleh pemerintah.

Denda Telat Bayar Pajak Motor

Untuk denda telat bayar pajak motor selama 1 atau 2 hari, maka dihitung seperti 1 bulan lamanya. Pembayaran seperti 1 bulan ini, juga berlaku bagi anda yang telat membayarkan pajak selama seminggu. Kendati jika telat membayarkan denda selama 1 bulan lewat 1 hari,maka akan dihitung denda seperti terlambat 2 bulan lamanya. Jika sudah mengetahui hal ini, terasa bukan besaran kerugiannya ?

Bagaimana jika ada seseorang yang terlambat membayarkan pajak motornya selama kurang lebih 1 tahun ? Mudah saja, karena anda tinggal menghitung dendanya dengan mengalikan denda sebanyak 12 kali per 12 bulan. Hal ini juga berlaku ketika telat membayarkan pajak selama 2 tahun, 3 tahun, dan sebagainya. Oleh karena itu, pemerintah sudah memberikan ajakan untuk membayarkan pajak sebelum jatuh tempo.

2. Rumus Menghitung Denda Bayar Pajak

Pada umumnya, menghitung pajak yang dibayarkan tepat waktu, akan dihitung menggunakan rumus PKB (pajak kendaraan bermotor) + SWDKLLJ (sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan). Untuk mengetahu secara pasti, silahkan cek STNK anda. Disana, akan tertera PKB dan SWDKLLJ nya. Dengan besaran tersebut, anda bisa menggunakan rumus tersebut untuk menemukan berapa jumlah nominal untuk denda telat bayar pajak motor setiap tahunnya.

Contohnya, ketika anda menggunakan motor bermerk Vario 110 yang dikeluarkan pada tahun 2011 lalu. Kemudian di STNK, tertulis jumlah PKB sebesar Rp. 183.000 dengan SWDKLLJ sebesar Rp. 35.000. jumlahkan saja kedua item tersebut. Hasil penjumlahan itulah, besaran nominal yang nantinya harus dibayarkan. Namun penghitungan ini hanya berlaku, jika pemilik kendaraan membayar pajak tepat jatuh tempo saja.

Cara Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor

Membayarkan sesuai jatuh tempo,maka anda akan terhindar dari bayangan denda pajak. Namun jika terlambat satu hari saja, anda sudah harus membayarkan denda tersebut berkali lipat. Jumlah tersebut nantinya akan ditambahkan dengan jumlah pajak yang seharusnya diberikan. Rumus untuk menghitung denda PKB adalah terlambat 1 bulan maka PKB x 25% x 1 / 12. Sedangkan untuk keterlambatan 2 bulan, menggunakan rumus PKB x 25% x 2 /12.

Dari jumlah tersebut, ambillah contoh jumlah PKB sebesar 183.000 dengan keterlambatan satu tahun. Berarti menggunakan rumus 183.000 x 1 / 12 dnegan hasilnya 45.750. Namun, jangan lupa untuk menambahkan denda SWDKLLJ sebesar Rp. 32.000. Jumlahkan saja keduanya, maka hasilnya menjadi Rp. 77.750. Denda telat bayar pajak motor semakin bertambah apabila keterlambatan juga semakin menumpuk.
Membayarkan pajak kendaraan, merupakan sebuah kewajiban bagi siapa saja yang memiliki kendaraan. Dengan tingkat kesadaran tinggi dan adanya tangung jawab, sebuah keterlambatan membayar pajak tidak akan terjadi. Belum lagi nominal yang harus dikeluarkan, lumayan tinggi untuk setiap waktu berjalan. Walaupun besarnya nominal ini hanya ilustrasi semata, diharapkan dengan adanya contoh akan semakin mudah dipahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *