USD dan IDR: Ketahui Beberapa Fakta Mengenai Nilai Tukar!

Nilai tukar (exhange rate) atau yang sering juga disebut sebagai kurs merupakan presentasi dari nilai suatu mata uang apabila dikonversikan ke mata uang lain. Contohnya, nilai tukar USD IDR pada saat ini adalah 14.000. IDR merupakan mata uang harga atau mata uang lokal (price currency) sedangkan USD adalah mata uang dasar atau mata uang asing (base currency) .

Dengan nilai tukar saat ini, dapat kita simpulkan bahwa kita memerlukan satu dolar AS untuk uang Rp. 14.000 atau kita dapat membeli satu dolar rupiah dengan 14.000 rupiah. Dari sini, banyak orang yang masih belum paham mengenai perbedaan dari mata uang dan nilai tukar. Nilai tukar merupakan daya beli mata uang suatu negara kepada mata uang suatu negara yang lain. Dengan arti lain, apabila anda ingin menukar uang dengan mata uang lain, maka Anda akan menghitung uang yang akan ditukar dengan membagi jumlah mata uang Anda dengan uang yang akan anda tukarkan. Semisal, anda memiliki uang dengan nominal 50.000 rupiah, kemudian ingin menukarnya dengan dolar AS. Setelah menukarnya pada money charger, anda mendapatkan USD 3.57 dari uang 50.000 yang anda tukarkan, hal itu berarti nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar adalah 14.000 per dollar AS-nya. Sementara itu, mata uang lebih mengaciu terhadap nilai pada mata uang itu sendiri. Dalam hal ini bisa dikatakan yang dimaksud adalah nominal yang terdapat pada uang kertas maupun koin yang sedang anda pegang.

USD IDR Ketahui Beberapa Fakta Nilai Tukar

Membahas mengenai nilai tukar, USD/IDR menjadi salah satu kata kunci yang sering dicari oleh masyarakat di negeri ini. Hal ini dikarenakan Dolar AS dijadikan sebagai patokan oleh beberapa negata dalam nilai tukar uang tetap karena digunakan oleh banyak negara dalam perdagangan internasional. Secara umum, terdapat dua jenis rezim dalam hal ini, yaitu rezim yang tetap dan rezim yang fleksibel. Diantara keduanya terdapat beberapa modifikasi yang disesuaikan dan tergantung dengan masing-masing kebijakan ekonomi di negaranya. Nilai tukar tetap diterapkan pada suatu negara yang mengikat nilai mata uangnya dengan mata uang lain ataupun komoditas seperti emas. Hal ini bisa membawa stabilitas serta prediktabilitas dikarenakan harga mata uang yang ditetapkan pada tingkatan tertentu. Namun hal ini menjadikan pemeerintah harus secara aktif melakukan intervensi dengan melalui penjualan serta pembelian di pasar valas. Sedangkan disamping itu, agar dapat dipercaya, intervensi sendiri membutuhkan cadangan mata uang yang banyak. Jika tidak, maka nilai tukar akan rentan terhadap serangan yang spekulatif.

USD IDR Beberapa Fakta Mengenai Nilai Tukar

Sedangkan nilai tukar fleksibel tidak memerlukan intervensi dalam sistemnya. Karena hal ini, nilai tukar flekibel juga tidak memerlukan cadangan mata uang dengan jumlah yang besar. Rezim satu ini memungkinkan terjadinya pergerakan nilai tukar gratis yang nantinya akan mendukung keseimbangan dalam perdagangan. Dalam rezim ini juga, keseimbangan pasar valuta asing sangatlah mempengaruhi naik dan turunnya harga mata uang dometik. Apabila terhadap mata uang asing, mata uang domestik turun, maka hal itu berarti mata uang domestik sedang terdepresiasi. Sebaliknya, apabila mata uang domestik menguat terhadap mata uang asing, maka apresiasi mata uang sedang terjadi. Ketika mata uang domestik mengalami masa terdepresiasi, maka akan memperoleh lebih sedikit dari jumlah mata asing yang akan dibeli dengan nominal yang sama ketika sebelum terdepreiasi. Misalnya, sebelum terdepresiasi, nilai tukar rupiah adalah Rp.15.000 / USD dan kemudian berubah menjadi Rp.16.000 / USD ketika sudah terdepresiasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *