Wajib Tahu! Alasan Harga Saham Mengalami Naik Turun

Kegiatan investasi merupakan hal yang paling diminati oleh masyarakat. Begitu pula, berbagai investasi di pasar modal seringkali menawarkan keuntungan yang besar. Tentunya, seorang investor harus memahami beberapa instrumen yang ditawarkan karena salah satu jenis investasi seperti saham juga terkadang mengalami penurunan. Yuk simak penyebab perubahan harga saham disini.

Faktor Penyebab Perubahan Nilai Saham

1. Proyeksi Kinerja Perusahaan Di Masa Mendatang

Hal utama yang dilihat investor dalam melakukan kegiatan investasi saham adalah kondisi perusahaan. Dalam hal ini, para investor akan melihat beberapa peluang dimana investor dapat memperoleh keuntungan yang besar nantinya. Tentunya, para investor akan melihat tingkat dividen tunai yang ditawarkan, tingkat rasio utang, PBV, EPS dan tingkat laba suatu perusahaan.

Harga Saham turun

Dalam hal ini, seorang investor seringkali berminat terhadap perusahaan yang memberikan dividen yang besar karena dinilai dapat memberikan timbal balik yang besar pula. Selain itu, nilai EPS yang tinggi juga membuat investor berlomba-lomba untuk membeli saham. Bahkan, perusahaan baru yang masih mempunyai banyak utang juga menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda.

2. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah seringkali mempengaruhi nilai saham karena dapat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk merencanakan perkembangannya. Beberapa kebijakan pemerintah yang menjadi isu sensitif diantaranya kebijakan ekspor impor, kebijakan penanaman modal asing, kebijakan utang dan yang lainnya.

3. Fluktuasi Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Naik turunnya kurs mata uang asing seringkali menjadi pertimbangan bagi perusahaan, karena fluktuasi ini dapat memberi dampak positif maupun negatif bagi perusahaan importir. Penurunan kurs yang terjadi dapat berdampak pada kenaikan biaya operasional, sehingga saham yang ditawarkan akan mengalami penurunan.

Kondisi ini juga biasanya dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk mendapatkan peluang capital gain, yaitu membeli saham dengan harga murah dan akan menjual kembali ketika saham yang dimilikinya sudah meningkat. Misalnya saja, seorang investor akan membeli saham ketika memiliki harga 4500 per lembar, kemudian akan menjual kembali ketika mengalami kenaikan harga menjadi 5500 per lembar.

4. Rumor Dan Sentiment Pasar

Sebagaimana berbagai informasi yang disajikan di media sosial, informasi tentang saham juga seringkali dimanipulasi menjadi berbagai informasi yang belum tentu dapat dipercaya kebenarannya. Hal ini dapat berasal dari informasi yang diberikan oleh suatu perusahaan yang diolah menjadi rumor positif dan negatif.

Harga Saham

Kondisi tersebut dapat mempengaruhi nilai jual saham yang akan menjadi pertimbangan para investor. Bahkan, kasus-kasus seperti ini seringkali menjadi jebakan bagi investor pemula yang kurang jeli dalam memahami kondisi pembelian saham, sehingga tak jarang bila para investor pemula mengalami kegagalan.

5. Faktor Manipulasi Pasar

Selain rumor yang terjadi, manipulasi pasar juga sering terjadi akibat perbuatan investor-investor yang sudah berpengalaman dan memiliki modal yang besar. Para investor ini seringkali memanipulasi pasar untuk tujuan mereka, sehingga harga saham akan mengalami kenaikan maupun penurunan.

Walaupun demikian, manipulasi ini seringkali hanya terjadi sementara. Hal ini disebabkan perusahaan pasti mempunyai berbagai aspek yang terus terekam dalam laporan keuangan perusahaan tersebut. Sehingga, saham yang telah dimanipulasi oleh para investor akan dikembalikan dengan harga semula.

Investasi saham seringkali dianggap sebagai kegiatan investasi yang menguntungkan. Tetapi, melakukan investasi tanpa memahami instrumennya dapat menyebabkan investor pemula mengalami kegagalan. Oleh karena itu, beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi harga di atas perlu menjadi pertimbangan investor pemula dalam memasuki dunia investasi pasar modal seperti saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *